Naskah Drama Anak sekolah
Naskah Drama /Operet untuk anak.
“SIROTUL MUSTAKIM”
(Jalan Lurus Menuju kebaikan)
Naskah Oleh: Agus Krewell
Adegan 1.
(SOUND MUSIK)
Pada suatu hari disalah satu sudut kota ada seorang Kakek tua yang sedang berjalan gontai. Kakek itu nampak sangat kelelahan sekali. Berkali-kali dia jatuh dan ingin bangkit dan segera melanjutkan perjalanannya tapi tidak bisa. Kakinya gemetar dan napasnya tersendat-sendat. Dia mengusap keningnya yang penuh keringat dan kemudian memegang kerongkongannya yang kering. Oooh…. dia ternyata kehausan. Sungguh kasihan ya…Kakek tua itu.
(tokoh Kakek tetap anak-anak hanya kostum dan make up nya saja yang berkarakter tua)
KAKEK : Aduh….aku sangat lelah. Aku hauuuuus…..hauuuuus..
sekali!
Kakek itu segera mengambil sebuah ransel dipunggungnya. Kemudian ia membukanya dan mencari-cari sesuatu.
KAKEK : Air….aiiiir…! Mana air minumku. (mengambil sebuah
kantong air dan lalu membukanya). Oooo..sudah habis…!
Ya Allah..tolonglah aku. Aku hauuuusss…hauuuuuuuuss!!
Tak lama kemudian datang tiga orang lelaki dengan pakaian mewah dan berdasi melintasi jalan itu. Kakek tua segera menghampirinya.
KAKEK : Tolonglah tuan-tuan…aku kehausan. Berilah aku sedikit
air minum.
ORANG 1 : Apa air! Tunggu ya…! (Orang itu mengambil sebuah botol
berisikan air minum di tasnya,begitu juga dengan kedua
temannya, lalu mereka segera meminumnya) Wahh…air
ini sungguh segar ya teman- teman.
ORANG 2,3 : Ya betul….betul!
ORANG 2 : Rasanya seperti air zam-zam dari mekah.
ORANG 3 : Segar dan dingin. Pokoknya betul-betul muantap deh.
ORANG 1 : Air surga seperti ini hanya pantas buat kami. Tapiii… apa
kau mau Kakek tua..???
1.
KAKEK : (mengangguk dengan senang) Ya…tuan
ORANG 2 : (tertawa) Haaa..ha…ha! bagus..bagus! nih minumlah.
Ketiga orang itu lalu menuangkan air ketanah sampai habis dan
sisanya disiram kekepala Kakek tua itu. Mereka tertawa riang gem-
bira.
ORANG 3 : Haa..haaa! Bagaimana kek….segarkan! Mau tambah lagi
airnya.
Kakek tua itu hanya diam dan wajahnya menunduk kebawah. Sambil mengusap kepalanya yang basah Kakek tua itu menengadahkan tangannya ke atas. Kemudian ia berdoa.
KAKEK : Ya Allah…ampunilah dosa ke tiga orang ini.
Bukalah pintu hatinya agar selalu berbuat baik. Amien.
ORANG 3 : Hey..lihat! lagi apa tuh Kakek! Coba kau tanya dia!
ORANG 1 : (Mendeka) Kau sedang apa Kek?
ORANG 2 : Ssssst….jangan di ganggu. Dia sedang berdoa.
ORANG 1 : Apa…! Berdoa. Untuk siapa?
ORANG 3 : Ya untuk dirinya sendiri…masa untuk orang lain.
ORANG 2 : Bukan. Sepertinya dia sedang mendoakan seseorang.
ORANG 1,3: (Terkejut) Seseorang…siapa???
ORANG 2 : (Mengangkat bahunya) Mana ku tahu.
Ketiga orang itu saling berpandangan. Wajahnya penuh dengan rasa penasaran, lalu salah satu dari mereka menghampiri Kakek tua itu dan langsung mendorong Kakek itu hingga hampir jatuh.
ORANG 1 : Hey..Kakek tua… kau berdoa untuk siapa!
ORANG 3 : Ayo katakana terus terang…cepaaat…cepaaaat..!
Kakek tua itu hanya diam dan membisu karena ada rasa ketakutan.
ORANG 1 : Jangan kau main-main dengan doa ya.
ORANG 3 : Gara-gara doa, nanti bikin orang pada saling curiga tahu
nggak!
ORANG 2 : Tapi percuma juga kau berdoa! Karena tidak ada yang mau
mendengar kau.
ORANG 1 : Laiyalah…yang doa orang miskin gitu lho..mana mau!
ORANG 3 : Paling doamu cuma untuk minta belas kasihan, ya kan!
KAKEK : (Ketakutan) Tidak tuan. Saya berdoa untuk kalian semua.
2.
ORANG123 : (Agak kaget) Apa…!! Untuk kamiii…..!
KAKEK : Iiii..ya tuan!
ORANG123 : (Tertawa koor) haaaa…haa.haaa…haaaaa…haaaaa…!!!
ORANG 1 : Kenapa harus kami yang kau doakan Kek!
ORANG 3 : Sedangkan masih banyak orang yang butuh doa.
ORANG 2 : Tahu tuh Kakek! Kami inikan orang kaya lho.
ORANG 1 : Kami banyak uang,punya mobil,rumah mewah dan
memiliki segala-galanya.
ORANG 3 : Kami tidak perlu doa lagi tahu nggak!
ORANG 2 : Sekarang yang kami butuh cuma pangkat dan jabatan.
ORANG 1 : Ya betul! Apa kau jual semua itu.
ORANG 3 : (Dengan sombongnya) Berapa pun harganya akan kami
beli Kek!
KAKEK : Saya ini bodoh, orang miskin, jadi tidak punya apa-apa
tuan!
ORANG 2 : Haaa…haaa..! Kek…Kakek! Semua orang juga tahu, orang
bodoh, miskin itu tidak punya apa-apa.
ORANG 1 : Makanya di sebut orang miskin..termasuk kaulah Kek!
ORANG 3 : Jadi hidup kau ini tidak berguna, karena kau tidak punya
apa-apa.
ORANG 2 : Coba katakan apa yang kau punya di dunia ini Kakek tua!!?
KAKEK : Saya hanya punya doa.
ORANG 1 : Yaaa…ampuuuu…! doa lagi…doa lagi. Cape deh!
ORANG 3 : Apa tidak ada yang lain selain itu Kek!
KAKEK : Hanya doalah siang malam yang selalu ku panjatkan pada
Allah SWT.
ORANG 2 : Lalu apa yang kau dapatkan dari semua itu.
KAKEK : Allhamdulillah….! keimanan dan ketakwaanku semakin
bertambah kuat, aku terasa semakin dekat dan semakin
mencintainya.
ORANG 1 : (Bingung) Sudahlah Kakek tua..aku tidak mengerti apa yang kau katakan itu.
ORANG 3 : Tau tuh…ngomongin apa sih dia tadi. Tidak jelas gitu.
ORANG 2 : Tidak ada keistimewaannya dari doamu kek! Buktinya kau
tetap miskin dan jadi gembel gitu.
ORANG 1 : Sudah yuuk… teman-teman kita pergi! Time is many..!
maka jangan disia-siakanlah hidup ini.
ORANG 3 : Yuuuk…kemon! Kita raih kekayaan dunia sebanyak-
banyaknya. Urusannya dosa gimana nanti saja.
ORANG 2 : (Benyanyi ria lagu dangdut) Duiiiiiiit…..duiiiiit…!
Duiiit…duiiiiit…!
3.
Ketiga orang itu lalu pergi meninggalkan Kakek tua sendiri yang dalam kehausan. Hatinya benar-benar tertutup untuk berbuat baik menolong sesamanya. Pikirannya hanya untuk dunia dan bagaimana caranya untuk mendapatkan harta kekayaan sebanyak-banyaknya walau dengan cara apapun.
(SOUND MUSIK)
Dengan perasaan sedih Kakek tua memandangi kepergian ketiga orang kaya tersebut. Dia sedih bukan karena tidak diberi minum tapi karena kekerasan hati ketiga orang itu yang tidak dilandasi keimanan dan ketakwaannya pada Allah SWT. Dia tidak menyadari bahwa segala sesuatunya akan kembali padanya dan akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapannya.
KAKEK : (Mengangkat kedua tangannya dan berdoa) Ya Allah
berihkanlah hidayahmu pada mereka agar mereka berjalan
ke jalan yang lurus, jalan yang kau ridhoi..amien.
Sambil duduk bersila Kakek itu mengambil sebuah Al-quran di ranselnya, lalu ia mengaji (Surat apa saja yang hafal). Pada saat Kakek itu mengaji semua orang yang melintasi jalan itu pada berlari-lari dan berteriak-teriak ketakutan seperti ada musibah Situ Gintung melanda kota.
NONA 1 : (Berlari-lari) Aduuuuuh…pusiiiiiiing…! Kepalaku pusing!
Hentikan bacaan itu…hentikan! Cepaaaaat…!
NONA 2 : Panaaaaasss…panaaaaas….! Badanku panaaaas….! Stoop!
Stoooop…..!
TUAN 1 : (Berjalan seperti orang stave) Suara itu…oooh………! suara…itu! aku takuuuuut….takuuuuuuuut………….!!!!
TUAN 2 : (Berjalan seperti sedang mabuk) Uweeeek…uweeeek!
Ampuuuuuu….ammpuuuuu…..! tobbbaaaaat…aku tobbbat!
NYONYA 1 : (Menggigil kedinginan) Eeeengk…eeegk..! aduuuuuuuh..
aduuuuh…dingin..dingiiiin! hentikan bacaan surat-surat
itu…hentikan!
NYONYA 2: (Menangis) Aku mau insaf ya Allah….! Tolooonglah
aku...jangan kau siksa aku sekarang ini. Berilah aku
kesempatan hidup lagi. Tolooong…tolooong…!
Selesai membacakan ayat-ayat Al-quran Kakek itu lalu pergi keluar diiringi dengan sound musik transisi.
4.
Adegan 2.
(SOUND MUSIK TARIAN)
(Tarian suasana islami masuk dengan gerakan ala padang pasir. Penari sekitar 5-10 orang dengan durasi 3-5 menit. Selesai tarian semua penari masuk keluar panggung.)
(SOUND MUSIK)
Datang seorang Pemuda sederhana dengan penampilan apa adanya. Sepertinya ia bukan dari penduduk kota setempat. Perjalanan jauh sudah ia tempuh tapi apa yang dicarinya belum juga ditemukan. Siapakah sebenarnya yang ia cari teman-teman. Saksikanlah…….!!!
PEMUDA : (Menurunkan ransel dari pundaknya) Waaaah…betul-betul sudah jauh perjalan yang ku tempuh. Tapi aku belum
menemukan apa yang ku cari. Dimanakah orang itu.
PEMUDA : (melihat sekeliling sambil mengelap keringat di wajahnya)
Sungguh panas udara hari ini ya. Huuuww...panas…..!
Sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan sapu tangan,lalu ia mengambil air mineral di sebuah botol dari dalam ranselnya. Rasa haus di krongkongannya sangat menyekat. Begitu hendak minum datanglah seorang Kakek tua yang sedang meratap kehausan.
KAKEK : (Sambil berjalan mendekati pemuda itu) Tolooooooooong..
toloooonglah aku anak muda. Berilah aku minuuuumm…!
Aku hauuuusss..sekali.
PEMUDA : (Membatalkan minum dan kemudian menolong Kakek itu) Kemarilah Kek! Nih..aku ada air sedikit,ayo…minumlah!
KAKEK : (Langsung memnumnya) Allhamdulillahirobbilallamin.
Ternyata di kota ini masih ada orang yang baik padaku ya
Allah.
PEMUDA : (Mengangkat kedua tangannya) Amien..ya Allah! Aku
hanya bisa menolong sebatas kemampuanku Kek.
KAKEK : Terima kasih ya Nak! Semoga Allah membalas kebaikan
mu ini.
PEMUDA : Sama-sama Kek! Air itu milik Allah, jadi siapapun yang ada dimuka bumi ini boleh menikmatinya dengan gratis.
KAKEK : (Menarik napas) Sungguh mulia hatimu Nak!
5.
PEMUDA : Amien ya Allah.
KAKEK : Siapakah namamu Nak! Dari mana dan hendak pergi
kemana kau ini!?
PEMUDA : Nama saya Ahmad, saya dari desa dan datang ke kota ini
ingin mencari guru yang mau mengajarkan ilmu ikhlas dan
ilmu kebaikan.
KAKEK : (Mengangguk dan tersenyum) Oooh…begitu! Apakah
kamu yakin bisa menemukan orang seperti itu.
PEMUDA : Insya Allah Kek! Kalau Allah menghendakinya.
KAKEK : Nak Ahmad di kota ini sekarang sudah sulit mene-
mukan orang yang kau cari.
PEMUDA : Kenapa Kek!
KAKEK : Karena banyak sekali orang yang khilaf di kota ini.
PEMUDA : Maksud Kakek!
KAKEK : Iman mereka rata-rata lemah ketika melihat gemerlap
keindahan kota. Mereka lalu hanyut dan lupa diri.
PEMUDA : Tapi Kek….
KAKEK : Yaaa…hanya orang-orang yang takut pada Allah saja yang tidak melakukan semua itu.
PEMUDA : (Memberanikan untuk bicara) Maaf Kek! Kalau boleh saya
tahu,dimanakah saya bisa menemukan orang yang seperti itu.
KAKEK : (Tersenyum) Belum saatnya Nak Ahmad! Nanti akan kau
ketahui sendiri dimana orang itu dan siapa orang itu.
Tak lama kemudian datang seseorang berteriak minta tolong. Pemuda Ahmad langsung menghampirinya dan segera akan menolongnya.Kakek tua itu hanya mengangguk sambil tersenyum melihat sikap baik Pemuda yang bernama Ahmad itu.
NONA 1 : (Berlari teriak-teriak sambil memegang kepalanya) Tolooong…tolooong aku! Kepalaku pusiiiing..! seperti
mau pecah rasanya.
PEMUDA : Ada apa Non! Kenapa kau berteriak-teriak!
NONA 1 : (Berjongkok) Tolonglah aku ..kepalaku sakit sekali
sudah berbulan-bulan belum juga sembuh.
PEMUDA : (Mengambil sesuatu bungkusan kotak kecil didalam
ranselnya) Nih minumlah obat ini sehari semalam lima
waktu, pasti sembuh.
NONA 1 : Terima kasih ya.
6.
Nona itu lalu bergegas pergi keluar. Pemuda Ahmad dan Kakek tua itu saling pandang dan mereka saling tersenyum. Lalu Kakek tua itu pergi keluar meninggalkan Ahmad. Tak lama kemudian dari setiap sudut datang lima orang menghampiri mereka sambil berteriak-teriak minta tolong ( NONA 2,TUAN I, TUAN 2, NYONYA 1, NYONYA 2. yang adegan satu tadi saling berteriak kesakitan)
NONA 2 : Panaaaaasss…panaaaaas….! Badanku panaaaas….! Stoop!
Stoooop…..!
TUAN 1 : (Berjalan seperti orang stave) Suara itu…oooh………! suara…itu! aku takuuuuut….takuuuuuuuut………….!!!!
TUAN 2 : (Berjalan seperti sedang mabuk) Uweeeek…uweeeek!
Ampuuuuuu….ammpuuuuu…..! tobbbaaaaat…aku tobbbat!
NYONYA 1 : (Menggigil kedinginan) Eeeengk…eeegk..! aduuuuuuuh..
aduuuuh…dingin..dingiiiin! hentikan bacaan surat-surat
itu…hentikan!
NYONYA 2: (Menangis) Aku mau insaf ya Allah….! Tolooonglah
aku...jangan kau siksa aku sekarang ini. Berilah aku
kesempatan hidup lagi. Tolooong…tolooong…!
Pemuda Ahmad langsung menghampirinya dan segera ingin menolongnya.
PEMUDA : (Berteriak) Stoooop….Stoooop! Tenanglah kalian semua!
Mereka semua terdiam dan saling meminta belas kasihan.
PEMUDA : Ada apa kalian ini! Katakanlah..?
NONA 2 : Kami semua terserang penyakit aneh dan semua dokter
tidak sanggup menyembuhkannya. Tolonglah kami !
TUAN 1 : Betul anak muda! Kami benar-benar sangat tersiksa dengan
penyakit ini. Kami sudah putus asa.
SEMUA : (Koor) Betul ! Tolonglah kami!
PEMUDA : Minta tolonglah pada Allah. Karena segala sesuatu itu
datangnya dari Allah dan akan kembali pula padanya.
NYONYA 1 : Tapiiii…! Kami sudah tidak kuat lagi.
PEMUDA : Bersabarlah! Semua ini hanya cobaan darinya.
Pemuda Ahmad lalu mengambil sesuatu bungkusan kotak kecil dari dalam ranselnya dan kemudian diberikan satu persatu pada mereka.
7.
PEMUDA : Terimalah obat ini dan harus dimakan sehari semalam lima
waktu. Tapi ingat kalau mau sembuh semua syarat ini harus dijalankan.
SEMUA : (Koor) Terima kasih.
Mereka semua pergi keluar meninggalkan Ahmad dengan perasaan senang dan yakin kalau penyakitnya akan segera sembuh. Ahmad sangat terharu menyaksikan apa yang dialami pada setiap orang dalam kehidupan ini. Dari sudut ruangan Kakek tua menghampiri Ahmad perlahan dengan kostum rapih dan bagus. Dia datang tanpa diketahui Ahmad sambil membawa sebotol air minum.
PEMUDA : (Berdoa,dan menengadahkan tangan) Ya allah! Ampunilah
semua dosa-dosa mereka dan berikanlah kesembuhan pada penyakit mereka ya Allah!
KAKEK : (Sudah berada disampingnya) Amien ya Allah! Semoga Allah mengabulkan doamu Nak.
PEMUDA : (Agak terkejut melihat penampilan Kakek tua yang sudah
beda) Ooh..kau Kakek kan! Darimana saja!?
KAKEK : Aku keluar sebentar membeli air minum. Tadikan air minummu aku minum..hehehe.! Kau hauskan.
PEMUDA : Jadi tadi Kakek hanya…..
KAKEK : Sudahlah itu tidak usah dibahas. Nanti basi Lagi..
hee..hee!
PEMUDA : Kakek bisa saja ya.
KAKEK : Nah…sekarang kau sudah tahukan ilmu ikhlas dan ilmu kebaikan.
PEMUDA : (Mengangguk perlahan) Sudah Kek!
KAKEK : Sudah kau temukan orang yang kau cari itu.
PEMUDA : (Menggeleng) Belum Kek! Kakek tahu dimana orangnya..!
Tolong antarkan aku kesana Kek!
KAKEK : Orang yang kau cari selama ini ada dalam dirimu nak! Kau
adalah guru untuk dirimu sendiri. Semua tingkah laku dan
perbuatanmu sudah sesuai dengan apa yang kau inginkan.
PEMUDA : (Bersujud) Alhamdulillahhirobbilalamin. Terimakasih ya Allah. Akhirnya ku temukan juga orang yang kucari selama ini.
Pemuda Ahmad kemudian bangkit berdiri dan langsung bersalaman dan memeluk Kakek itu dengan perasaan senang. Dan tak lama kemudian datang tiga orang dengan pakaian compang camping
8.
menemui mereka.(Tiga orang yang diadegan 1) sambil memohon belas kasihan.
ORANG 1 : (Memohon) Kasihan tuan..kasihanilah kami anak muda!
Sudah satu minggu kami belum makan.
ORANG 2 : Betul …berilah sedekah pada kami.
ORANG 3 : Please…tolong kami…berilah kami ini uang recehan!
Pemuda Ahmad langsung mengambil bungkusan makanan dalam ranselnya dan ketika ingin memberikan pada mereka Kakek itu langsung mencegah dan segera mengambil bungkusan itu.Mereka terkejut dan saling memandang Kakek tua itu.
KAKEK : (Sambil mengambil bungkusan itu) Apa kalian orang kaya yang berdasi itu bukan.
ORANG 1 : (Dengan perasaan malu) Betul kek..! Kami mohon maaf dengan kelakuan kami dulu.
ORANG 2 : Iya Kek kami benar-benar sungguh menyesal.
ORANG 3 : (Menangis) Kami siap kalau kau mau membalasnya.
SEMUA : (Koor) Betul Kek.
KAKEK : (Dengan rasa haru) Terimalah makanan ini,ayoo silahkan!
Ini semua datangnya dari Allah, maka bersyukurlah padanya.
Mereka saling rebutan dan langsung memakannya dengan lahap. Pemuda Ahmad sangat terharu melihat peristiwa itu. Dan tak lama kemudian datang enam orang menghampiri mereka dengan berpakaian muslim. Mereka semua orang-orang yang tadi sakit dan kini sudah sembuh seperti sedia kala.
SEMUA : (Koor) Assalamualaikum,wr.wb.
PEMUDA,
KAKEK &
ORNG 123 : (Koor) Waallaikum sallam,wr.wb.
NONA 1 : Terima kasih ya tuan, kami semua sudah sembuh.
NONA 2 : Ya! Kami sudah normal seperti sedia kala.
SEMUA : (Koor) Betuuul tuan! Kami ucapkan banyak terima
Kasih ya.
PEMUDA : Allamdulillah..! Terimakasihlah kalian semua pada Allah SWT. Karena hanya dialah yang telah menolong kalian semua untuk JALAN LURUS MENUJU KEBAIKAN.
9.
(SOUND MUSIK)
Semua berbaris dan bernyanyi lagu sholawat Nabi atau sejenis lainnya. Kalau perlu di buat gerakan tarian agar lebih menarik penampilannya. Kemudian lampu perlahan pade out. Dan terima kasih.
oOo
“SIROTUL MUSTAKIM”
(Jalan Lurus Menuju kebaikan)
Naskah Oleh: Agus Krewell
Adegan 1.
(SOUND MUSIK)
Pada suatu hari disalah satu sudut kota ada seorang Kakek tua yang sedang berjalan gontai. Kakek itu nampak sangat kelelahan sekali. Berkali-kali dia jatuh dan ingin bangkit dan segera melanjutkan perjalanannya tapi tidak bisa. Kakinya gemetar dan napasnya tersendat-sendat. Dia mengusap keningnya yang penuh keringat dan kemudian memegang kerongkongannya yang kering. Oooh…. dia ternyata kehausan. Sungguh kasihan ya…Kakek tua itu.
(tokoh Kakek tetap anak-anak hanya kostum dan make up nya saja yang berkarakter tua)
KAKEK : Aduh….aku sangat lelah. Aku hauuuuus…..hauuuuus..
sekali!
Kakek itu segera mengambil sebuah ransel dipunggungnya. Kemudian ia membukanya dan mencari-cari sesuatu.
KAKEK : Air….aiiiir…! Mana air minumku. (mengambil sebuah
kantong air dan lalu membukanya). Oooo..sudah habis…!
Ya Allah..tolonglah aku. Aku hauuuusss…hauuuuuuuuss!!
Tak lama kemudian datang tiga orang lelaki dengan pakaian mewah dan berdasi melintasi jalan itu. Kakek tua segera menghampirinya.
KAKEK : Tolonglah tuan-tuan…aku kehausan. Berilah aku sedikit
air minum.
ORANG 1 : Apa air! Tunggu ya…! (Orang itu mengambil sebuah botol
berisikan air minum di tasnya,begitu juga dengan kedua
temannya, lalu mereka segera meminumnya) Wahh…air
ini sungguh segar ya teman- teman.
ORANG 2,3 : Ya betul….betul!
ORANG 2 : Rasanya seperti air zam-zam dari mekah.
ORANG 3 : Segar dan dingin. Pokoknya betul-betul muantap deh.
ORANG 1 : Air surga seperti ini hanya pantas buat kami. Tapiii… apa
kau mau Kakek tua..???
1.
KAKEK : (mengangguk dengan senang) Ya…tuan
ORANG 2 : (tertawa) Haaa..ha…ha! bagus..bagus! nih minumlah.
Ketiga orang itu lalu menuangkan air ketanah sampai habis dan
sisanya disiram kekepala Kakek tua itu. Mereka tertawa riang gem-
bira.
ORANG 3 : Haa..haaa! Bagaimana kek….segarkan! Mau tambah lagi
airnya.
Kakek tua itu hanya diam dan wajahnya menunduk kebawah. Sambil mengusap kepalanya yang basah Kakek tua itu menengadahkan tangannya ke atas. Kemudian ia berdoa.
KAKEK : Ya Allah…ampunilah dosa ke tiga orang ini.
Bukalah pintu hatinya agar selalu berbuat baik. Amien.
ORANG 3 : Hey..lihat! lagi apa tuh Kakek! Coba kau tanya dia!
ORANG 1 : (Mendeka) Kau sedang apa Kek?
ORANG 2 : Ssssst….jangan di ganggu. Dia sedang berdoa.
ORANG 1 : Apa…! Berdoa. Untuk siapa?
ORANG 3 : Ya untuk dirinya sendiri…masa untuk orang lain.
ORANG 2 : Bukan. Sepertinya dia sedang mendoakan seseorang.
ORANG 1,3: (Terkejut) Seseorang…siapa???
ORANG 2 : (Mengangkat bahunya) Mana ku tahu.
Ketiga orang itu saling berpandangan. Wajahnya penuh dengan rasa penasaran, lalu salah satu dari mereka menghampiri Kakek tua itu dan langsung mendorong Kakek itu hingga hampir jatuh.
ORANG 1 : Hey..Kakek tua… kau berdoa untuk siapa!
ORANG 3 : Ayo katakana terus terang…cepaaat…cepaaaat..!
Kakek tua itu hanya diam dan membisu karena ada rasa ketakutan.
ORANG 1 : Jangan kau main-main dengan doa ya.
ORANG 3 : Gara-gara doa, nanti bikin orang pada saling curiga tahu
nggak!
ORANG 2 : Tapi percuma juga kau berdoa! Karena tidak ada yang mau
mendengar kau.
ORANG 1 : Laiyalah…yang doa orang miskin gitu lho..mana mau!
ORANG 3 : Paling doamu cuma untuk minta belas kasihan, ya kan!
KAKEK : (Ketakutan) Tidak tuan. Saya berdoa untuk kalian semua.
2.
ORANG123 : (Agak kaget) Apa…!! Untuk kamiii…..!
KAKEK : Iiii..ya tuan!
ORANG123 : (Tertawa koor) haaaa…haa.haaa…haaaaa…haaaaa…!!!
ORANG 1 : Kenapa harus kami yang kau doakan Kek!
ORANG 3 : Sedangkan masih banyak orang yang butuh doa.
ORANG 2 : Tahu tuh Kakek! Kami inikan orang kaya lho.
ORANG 1 : Kami banyak uang,punya mobil,rumah mewah dan
memiliki segala-galanya.
ORANG 3 : Kami tidak perlu doa lagi tahu nggak!
ORANG 2 : Sekarang yang kami butuh cuma pangkat dan jabatan.
ORANG 1 : Ya betul! Apa kau jual semua itu.
ORANG 3 : (Dengan sombongnya) Berapa pun harganya akan kami
beli Kek!
KAKEK : Saya ini bodoh, orang miskin, jadi tidak punya apa-apa
tuan!
ORANG 2 : Haaa…haaa..! Kek…Kakek! Semua orang juga tahu, orang
bodoh, miskin itu tidak punya apa-apa.
ORANG 1 : Makanya di sebut orang miskin..termasuk kaulah Kek!
ORANG 3 : Jadi hidup kau ini tidak berguna, karena kau tidak punya
apa-apa.
ORANG 2 : Coba katakan apa yang kau punya di dunia ini Kakek tua!!?
KAKEK : Saya hanya punya doa.
ORANG 1 : Yaaa…ampuuuu…! doa lagi…doa lagi. Cape deh!
ORANG 3 : Apa tidak ada yang lain selain itu Kek!
KAKEK : Hanya doalah siang malam yang selalu ku panjatkan pada
Allah SWT.
ORANG 2 : Lalu apa yang kau dapatkan dari semua itu.
KAKEK : Allhamdulillah….! keimanan dan ketakwaanku semakin
bertambah kuat, aku terasa semakin dekat dan semakin
mencintainya.
ORANG 1 : (Bingung) Sudahlah Kakek tua..aku tidak mengerti apa yang kau katakan itu.
ORANG 3 : Tau tuh…ngomongin apa sih dia tadi. Tidak jelas gitu.
ORANG 2 : Tidak ada keistimewaannya dari doamu kek! Buktinya kau
tetap miskin dan jadi gembel gitu.
ORANG 1 : Sudah yuuk… teman-teman kita pergi! Time is many..!
maka jangan disia-siakanlah hidup ini.
ORANG 3 : Yuuuk…kemon! Kita raih kekayaan dunia sebanyak-
banyaknya. Urusannya dosa gimana nanti saja.
ORANG 2 : (Benyanyi ria lagu dangdut) Duiiiiiiit…..duiiiiit…!
Duiiit…duiiiiit…!
3.
Ketiga orang itu lalu pergi meninggalkan Kakek tua sendiri yang dalam kehausan. Hatinya benar-benar tertutup untuk berbuat baik menolong sesamanya. Pikirannya hanya untuk dunia dan bagaimana caranya untuk mendapatkan harta kekayaan sebanyak-banyaknya walau dengan cara apapun.
(SOUND MUSIK)
Dengan perasaan sedih Kakek tua memandangi kepergian ketiga orang kaya tersebut. Dia sedih bukan karena tidak diberi minum tapi karena kekerasan hati ketiga orang itu yang tidak dilandasi keimanan dan ketakwaannya pada Allah SWT. Dia tidak menyadari bahwa segala sesuatunya akan kembali padanya dan akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapannya.
KAKEK : (Mengangkat kedua tangannya dan berdoa) Ya Allah
berihkanlah hidayahmu pada mereka agar mereka berjalan
ke jalan yang lurus, jalan yang kau ridhoi..amien.
Sambil duduk bersila Kakek itu mengambil sebuah Al-quran di ranselnya, lalu ia mengaji (Surat apa saja yang hafal). Pada saat Kakek itu mengaji semua orang yang melintasi jalan itu pada berlari-lari dan berteriak-teriak ketakutan seperti ada musibah Situ Gintung melanda kota.
NONA 1 : (Berlari-lari) Aduuuuuh…pusiiiiiiing…! Kepalaku pusing!
Hentikan bacaan itu…hentikan! Cepaaaaat…!
NONA 2 : Panaaaaasss…panaaaaas….! Badanku panaaaas….! Stoop!
Stoooop…..!
TUAN 1 : (Berjalan seperti orang stave) Suara itu…oooh………! suara…itu! aku takuuuuut….takuuuuuuuut………….!!!!
TUAN 2 : (Berjalan seperti sedang mabuk) Uweeeek…uweeeek!
Ampuuuuuu….ammpuuuuu…..! tobbbaaaaat…aku tobbbat!
NYONYA 1 : (Menggigil kedinginan) Eeeengk…eeegk..! aduuuuuuuh..
aduuuuh…dingin..dingiiiin! hentikan bacaan surat-surat
itu…hentikan!
NYONYA 2: (Menangis) Aku mau insaf ya Allah….! Tolooonglah
aku...jangan kau siksa aku sekarang ini. Berilah aku
kesempatan hidup lagi. Tolooong…tolooong…!
Selesai membacakan ayat-ayat Al-quran Kakek itu lalu pergi keluar diiringi dengan sound musik transisi.
4.
Adegan 2.
(SOUND MUSIK TARIAN)
(Tarian suasana islami masuk dengan gerakan ala padang pasir. Penari sekitar 5-10 orang dengan durasi 3-5 menit. Selesai tarian semua penari masuk keluar panggung.)
(SOUND MUSIK)
Datang seorang Pemuda sederhana dengan penampilan apa adanya. Sepertinya ia bukan dari penduduk kota setempat. Perjalanan jauh sudah ia tempuh tapi apa yang dicarinya belum juga ditemukan. Siapakah sebenarnya yang ia cari teman-teman. Saksikanlah…….!!!
PEMUDA : (Menurunkan ransel dari pundaknya) Waaaah…betul-betul sudah jauh perjalan yang ku tempuh. Tapi aku belum
menemukan apa yang ku cari. Dimanakah orang itu.
PEMUDA : (melihat sekeliling sambil mengelap keringat di wajahnya)
Sungguh panas udara hari ini ya. Huuuww...panas…..!
Sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan sapu tangan,lalu ia mengambil air mineral di sebuah botol dari dalam ranselnya. Rasa haus di krongkongannya sangat menyekat. Begitu hendak minum datanglah seorang Kakek tua yang sedang meratap kehausan.
KAKEK : (Sambil berjalan mendekati pemuda itu) Tolooooooooong..
toloooonglah aku anak muda. Berilah aku minuuuumm…!
Aku hauuuusss..sekali.
PEMUDA : (Membatalkan minum dan kemudian menolong Kakek itu) Kemarilah Kek! Nih..aku ada air sedikit,ayo…minumlah!
KAKEK : (Langsung memnumnya) Allhamdulillahirobbilallamin.
Ternyata di kota ini masih ada orang yang baik padaku ya
Allah.
PEMUDA : (Mengangkat kedua tangannya) Amien..ya Allah! Aku
hanya bisa menolong sebatas kemampuanku Kek.
KAKEK : Terima kasih ya Nak! Semoga Allah membalas kebaikan
mu ini.
PEMUDA : Sama-sama Kek! Air itu milik Allah, jadi siapapun yang ada dimuka bumi ini boleh menikmatinya dengan gratis.
KAKEK : (Menarik napas) Sungguh mulia hatimu Nak!
5.
PEMUDA : Amien ya Allah.
KAKEK : Siapakah namamu Nak! Dari mana dan hendak pergi
kemana kau ini!?
PEMUDA : Nama saya Ahmad, saya dari desa dan datang ke kota ini
ingin mencari guru yang mau mengajarkan ilmu ikhlas dan
ilmu kebaikan.
KAKEK : (Mengangguk dan tersenyum) Oooh…begitu! Apakah
kamu yakin bisa menemukan orang seperti itu.
PEMUDA : Insya Allah Kek! Kalau Allah menghendakinya.
KAKEK : Nak Ahmad di kota ini sekarang sudah sulit mene-
mukan orang yang kau cari.
PEMUDA : Kenapa Kek!
KAKEK : Karena banyak sekali orang yang khilaf di kota ini.
PEMUDA : Maksud Kakek!
KAKEK : Iman mereka rata-rata lemah ketika melihat gemerlap
keindahan kota. Mereka lalu hanyut dan lupa diri.
PEMUDA : Tapi Kek….
KAKEK : Yaaa…hanya orang-orang yang takut pada Allah saja yang tidak melakukan semua itu.
PEMUDA : (Memberanikan untuk bicara) Maaf Kek! Kalau boleh saya
tahu,dimanakah saya bisa menemukan orang yang seperti itu.
KAKEK : (Tersenyum) Belum saatnya Nak Ahmad! Nanti akan kau
ketahui sendiri dimana orang itu dan siapa orang itu.
Tak lama kemudian datang seseorang berteriak minta tolong. Pemuda Ahmad langsung menghampirinya dan segera akan menolongnya.Kakek tua itu hanya mengangguk sambil tersenyum melihat sikap baik Pemuda yang bernama Ahmad itu.
NONA 1 : (Berlari teriak-teriak sambil memegang kepalanya) Tolooong…tolooong aku! Kepalaku pusiiiing..! seperti
mau pecah rasanya.
PEMUDA : Ada apa Non! Kenapa kau berteriak-teriak!
NONA 1 : (Berjongkok) Tolonglah aku ..kepalaku sakit sekali
sudah berbulan-bulan belum juga sembuh.
PEMUDA : (Mengambil sesuatu bungkusan kotak kecil didalam
ranselnya) Nih minumlah obat ini sehari semalam lima
waktu, pasti sembuh.
NONA 1 : Terima kasih ya.
6.
Nona itu lalu bergegas pergi keluar. Pemuda Ahmad dan Kakek tua itu saling pandang dan mereka saling tersenyum. Lalu Kakek tua itu pergi keluar meninggalkan Ahmad. Tak lama kemudian dari setiap sudut datang lima orang menghampiri mereka sambil berteriak-teriak minta tolong ( NONA 2,TUAN I, TUAN 2, NYONYA 1, NYONYA 2. yang adegan satu tadi saling berteriak kesakitan)
NONA 2 : Panaaaaasss…panaaaaas….! Badanku panaaaas….! Stoop!
Stoooop…..!
TUAN 1 : (Berjalan seperti orang stave) Suara itu…oooh………! suara…itu! aku takuuuuut….takuuuuuuuut………….!!!!
TUAN 2 : (Berjalan seperti sedang mabuk) Uweeeek…uweeeek!
Ampuuuuuu….ammpuuuuu…..! tobbbaaaaat…aku tobbbat!
NYONYA 1 : (Menggigil kedinginan) Eeeengk…eeegk..! aduuuuuuuh..
aduuuuh…dingin..dingiiiin! hentikan bacaan surat-surat
itu…hentikan!
NYONYA 2: (Menangis) Aku mau insaf ya Allah….! Tolooonglah
aku...jangan kau siksa aku sekarang ini. Berilah aku
kesempatan hidup lagi. Tolooong…tolooong…!
Pemuda Ahmad langsung menghampirinya dan segera ingin menolongnya.
PEMUDA : (Berteriak) Stoooop….Stoooop! Tenanglah kalian semua!
Mereka semua terdiam dan saling meminta belas kasihan.
PEMUDA : Ada apa kalian ini! Katakanlah..?
NONA 2 : Kami semua terserang penyakit aneh dan semua dokter
tidak sanggup menyembuhkannya. Tolonglah kami !
TUAN 1 : Betul anak muda! Kami benar-benar sangat tersiksa dengan
penyakit ini. Kami sudah putus asa.
SEMUA : (Koor) Betul ! Tolonglah kami!
PEMUDA : Minta tolonglah pada Allah. Karena segala sesuatu itu
datangnya dari Allah dan akan kembali pula padanya.
NYONYA 1 : Tapiiii…! Kami sudah tidak kuat lagi.
PEMUDA : Bersabarlah! Semua ini hanya cobaan darinya.
Pemuda Ahmad lalu mengambil sesuatu bungkusan kotak kecil dari dalam ranselnya dan kemudian diberikan satu persatu pada mereka.
7.
PEMUDA : Terimalah obat ini dan harus dimakan sehari semalam lima
waktu. Tapi ingat kalau mau sembuh semua syarat ini harus dijalankan.
SEMUA : (Koor) Terima kasih.
Mereka semua pergi keluar meninggalkan Ahmad dengan perasaan senang dan yakin kalau penyakitnya akan segera sembuh. Ahmad sangat terharu menyaksikan apa yang dialami pada setiap orang dalam kehidupan ini. Dari sudut ruangan Kakek tua menghampiri Ahmad perlahan dengan kostum rapih dan bagus. Dia datang tanpa diketahui Ahmad sambil membawa sebotol air minum.
PEMUDA : (Berdoa,dan menengadahkan tangan) Ya allah! Ampunilah
semua dosa-dosa mereka dan berikanlah kesembuhan pada penyakit mereka ya Allah!
KAKEK : (Sudah berada disampingnya) Amien ya Allah! Semoga Allah mengabulkan doamu Nak.
PEMUDA : (Agak terkejut melihat penampilan Kakek tua yang sudah
beda) Ooh..kau Kakek kan! Darimana saja!?
KAKEK : Aku keluar sebentar membeli air minum. Tadikan air minummu aku minum..hehehe.! Kau hauskan.
PEMUDA : Jadi tadi Kakek hanya…..
KAKEK : Sudahlah itu tidak usah dibahas. Nanti basi Lagi..
hee..hee!
PEMUDA : Kakek bisa saja ya.
KAKEK : Nah…sekarang kau sudah tahukan ilmu ikhlas dan ilmu kebaikan.
PEMUDA : (Mengangguk perlahan) Sudah Kek!
KAKEK : Sudah kau temukan orang yang kau cari itu.
PEMUDA : (Menggeleng) Belum Kek! Kakek tahu dimana orangnya..!
Tolong antarkan aku kesana Kek!
KAKEK : Orang yang kau cari selama ini ada dalam dirimu nak! Kau
adalah guru untuk dirimu sendiri. Semua tingkah laku dan
perbuatanmu sudah sesuai dengan apa yang kau inginkan.
PEMUDA : (Bersujud) Alhamdulillahhirobbilalamin. Terimakasih ya Allah. Akhirnya ku temukan juga orang yang kucari selama ini.
Pemuda Ahmad kemudian bangkit berdiri dan langsung bersalaman dan memeluk Kakek itu dengan perasaan senang. Dan tak lama kemudian datang tiga orang dengan pakaian compang camping
8.
menemui mereka.(Tiga orang yang diadegan 1) sambil memohon belas kasihan.
ORANG 1 : (Memohon) Kasihan tuan..kasihanilah kami anak muda!
Sudah satu minggu kami belum makan.
ORANG 2 : Betul …berilah sedekah pada kami.
ORANG 3 : Please…tolong kami…berilah kami ini uang recehan!
Pemuda Ahmad langsung mengambil bungkusan makanan dalam ranselnya dan ketika ingin memberikan pada mereka Kakek itu langsung mencegah dan segera mengambil bungkusan itu.Mereka terkejut dan saling memandang Kakek tua itu.
KAKEK : (Sambil mengambil bungkusan itu) Apa kalian orang kaya yang berdasi itu bukan.
ORANG 1 : (Dengan perasaan malu) Betul kek..! Kami mohon maaf dengan kelakuan kami dulu.
ORANG 2 : Iya Kek kami benar-benar sungguh menyesal.
ORANG 3 : (Menangis) Kami siap kalau kau mau membalasnya.
SEMUA : (Koor) Betul Kek.
KAKEK : (Dengan rasa haru) Terimalah makanan ini,ayoo silahkan!
Ini semua datangnya dari Allah, maka bersyukurlah padanya.
Mereka saling rebutan dan langsung memakannya dengan lahap. Pemuda Ahmad sangat terharu melihat peristiwa itu. Dan tak lama kemudian datang enam orang menghampiri mereka dengan berpakaian muslim. Mereka semua orang-orang yang tadi sakit dan kini sudah sembuh seperti sedia kala.
SEMUA : (Koor) Assalamualaikum,wr.wb.
PEMUDA,
KAKEK &
ORNG 123 : (Koor) Waallaikum sallam,wr.wb.
NONA 1 : Terima kasih ya tuan, kami semua sudah sembuh.
NONA 2 : Ya! Kami sudah normal seperti sedia kala.
SEMUA : (Koor) Betuuul tuan! Kami ucapkan banyak terima
Kasih ya.
PEMUDA : Allamdulillah..! Terimakasihlah kalian semua pada Allah SWT. Karena hanya dialah yang telah menolong kalian semua untuk JALAN LURUS MENUJU KEBAIKAN.
9.
(SOUND MUSIK)
Semua berbaris dan bernyanyi lagu sholawat Nabi atau sejenis lainnya. Kalau perlu di buat gerakan tarian agar lebih menarik penampilannya. Kemudian lampu perlahan pade out. Dan terima kasih.
oOo
Comments
Post a Comment