Posts

Showing posts from January, 2012

KUALI RETAK

       Siang itu seperti biasanya, Pak Ahmad selalu mengisi sampai penuh bak mandinya dengan air sungai menggunakan kuali retaknya. Setelah itu, dia menaruh begitu saja kuali retaknya di sudut taman. Si kuali retak hanya bisa terdiam dan senantiasa berkeluh kesah menyesali nasibnya.         " Hu..hu.hu...kenapa nasibku terus begini, " kata si kuali retak " Andai saja bentuk tubuhku tidak jelek, hitam dan retak seperti ini, tentu hidupku akan lebih bahagia. Sungguh sial hidupku..."       Tidak jauh dari si Kuali Retak berkeluh kesah, ternyata ada sekuntum bunga mawar yang memperhatikannya.        " Hai, kenapa kamu  menangis, kuali retak ?" tanya si bunga mawar. " Ada persoalan a pa?"         Si kuali retak tidak menjawab pertanyaan si bunga mawar. Bahkan sebaliknya dia menangis semakin kera.         " Hu...hu...huuu...jangan pedulikan aku!" bentak si ku...

CAPUNG YANG SOMBONG

Image
ilustrasi : agus karianto        Sejak perang teluk dimenangkan oleh tentara koalisi yang menggunakan teknologi pesawat helicopter canggih, ternyata membuat si Capung sombong dan angkuh. Sikap si capung jadi berubah terhadap teman-temannya. "Ternyata, teknologi yang meniru bentuk tubuhku bisa memenangkan perang khan," kata si capung menyombongkan diri. Setiap kali bertemu sahabatnya, ia senantiasa berlagak sombong dan suka berkata-kata yang menyakitkan. Bagi si capung, semua sahabatnya tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya. Kalau ada sahabatnya mau memperlihatkan prestasi maka serta merta si capung akan berusaha mati-matian menjatuhkan mentalnya. Menghina. Meneror dengan kata-kata, bahkan tidak segan segan mengeluarkan fitnah agar sahabatnya tidak bisa berprestasi menyamai dirinya. "Gengsi kalau ada teman-teman yang berprestasi menyamai prestasiku," demikian kata si capung.         Sikap si capung ini cukup meresahka...

KISAH PERSAHABATAN KUCING DAN ANGSA

Image
gambar : agus karianto           Dahulu kala, kucing dengan angsa hidup rukun. Dimana ada kucing, pasti disitu ada angsa. Mereka senantiasa berbagi suka dan duka bersama. Bila si angsa diganggu hewan lain maka spontan si kucing membelanya. Bahkan si Angsa  rela menyisihkan sebagian tempat tidurnya untuk kucing. Seandainya si kucing mendapatkan makanan tentu akan dibagi bersama dengan si angsa. Demikian pula sebaliknya, apabila si angsa yang mendapatkan makanan maka si kucing akan mendapatkan jatahnya juga.           Suatu hari, ketika si kucing berjalan-jalan di pematang tambak, dia menemukan seekor ikan bandeng. Ukurannya cukup besar dan baunya harum. Dia lalu segera mengambilnya dan secepatnya lari menuju salah satu gubuk di pematang tambak. Berkali-kali ia memandangi ikan bandeng yang ditemukannya. Dan berkali-kali pula air liurnya keluar. Ia ingin segera menyantap ikan bandeng tersebut, na...

YATIM DAN SAHABAT-SAHABATNYA

          Sudah seminggu, Yatim tidak bermain-main dengan sahabat-sahabatnya. Tidak ada yang tahu apa penyebabnya. Seluruh sahabatnya saling bertanya tentang ketidakhadiran Yatim setiap kali mereka memulai permainan. Biasanya kalau Yatim ada keperluan dan tidak bisa bermain tentu dia akan memberitahu sahabat-sahabatnya. Saat itu sahabat Yatim, antara lain Kelinci, kera, kura-kura, kancil, gajah dan burung pipit  berencana mencari penyebab ketidakhadiran temannya.          "Jangan-jangan Yatim tersesat di jalan, teman-teman?" kata kura-kura.          "Wah, itu tidak mungkin, kura-kura," sahut burung pipit " Bukankah selama ini dia datang dan pulang ke tempat bermain sendirian. Tidak ada yang mengantarkannya, khan? Jadi dia pasti tahu arah jalannya"          "Wah benar sekali pendapatmu, burung pipit," celetuk kelinci. "A...

SAPAAN KHAS PAK ZUL SI TUKANG POS

Image
foto : holydayinsight.com        Pak Zul, demikian panggilan akrabnya. Dia adalah seorang tukang pos di kampungku. Namanya cukup keren lho. Mirip nama seorang raja yang tercantum dalam al-Qur'an. Raja yang telah membangun tembok Ya'juj dan Ma'juj. Namanya Iskandar Zulkarnain. Tapi, seluruh  warga kampungku lebih akrab memanggilnya Pak Zul saja.        Sore itu, seperti hari-hari sebelumnya, Pak Zul asyik merawat sepedanya. Sepeda kuno itu telah menemaninya tugas selama 30 tahun. Sudah sebulan Pak Zul dan sepedanya tidak pernah kelihatan mondar-mandir lagi di jalanan kampungku. Kata orang tuaku, sekarang beliau sudah pensiun. Dan tugas mengantar surat di kampungku kini digantikan oleh orang baru. Usianya lebih muda dan dalam menjalankan tugas sudah tidak memakai sepeda lagi tetapi sudah memakai sepeda motor. Aku merasa kehilangan Pak Zul. Aku kehilangan sapaan khasnya. Aku kehilangan senyum tulus layaknya kakek kepada cucun...

MENIKMATI SHOLAT

          Sepulang sekolah, Untari bergegas menuju rak buku ayahnya. Baju seragam masih melekat di tubuhnya. Di rak buku, diambilnya beberapa buku tuntunan sholat milik ayahnya. Lalu selembar demi selembar buku  yang membahas tentang sholat dibacanya. Setiap kali selesai membaca buku ia menaruhnya dengan wajah cemberut. Ada rasa kecewa di wajahnya. Sepertinya apa yang dicarinya tidak ditemukan juga.            "Uuuh...dimana sih?" gumam Untari berkali-kali, sampai-sampai dia tidak menyadari kalau ibunya sudah berada di hadapannya.           "Lho...Untari masih belum ganti baju, belum makan dan belum sholat kok sudah baca-baca buku?" sapa ibunya "Hayoo...gak mau jadi anak sholehah lagi ya?           "Iya, sebentar Bu... lagi tanggung nih. Tinggal satu buku lagi!" jawab Untari.     ...

KISAH AYAM-AYAM PAK SULAIMAN

          Di depan kandang ayam Pak Sulaiman nampak dua ekor ayam sedang membagi makanan. Ayam broiler berada di dalam kandang sedang ayam jago bebas berkeliaran di luar kandang. Keduanya memang sahabat sejati. Setiap Pak Sulaiman memberi makanan  kepada Broiler maka ayam jago yang berada di luar kandang pasti mendapat jatah dari si Broiler. Kemudian mereka makan bersama-sama.          " Wah...makanan hari ini enak sekali, Broiler," kata ayam jago . "Sungguh baik ya, Pak Sulaiman kepadamu. "           " Iya, jago! Memang sudah saatnya aku mendapat makanan seperti ini," kata ayam broiler sambil meneteskan air mata. "Sudah tiba masanya...ya... sudah tiba masanya , teman "lanjut ayam broiler masih terus meneteskan air mata.         Ayam jago keheranan melihat ayam broiler tiba-tiba menangis. Padahal saat itu, tidak ada yan...

KISAH SI POHON APEL DAN SI CACING

Image
Illustrasi : agus karianto           Saat pagi buta ketika matahari belum menampakkan sinar kehangatannya, nampak seekor cacing berjalan-jalan di sela-sela akar pohon apel. Dia bergerak ke kiri dan ke kanan. Berkali-kali kepalanya membentur akar pohon apel. Hal ini membuat pohon apel terbangun karena tidurnya terganggu. Dan tanpa pikir panjang, benda yang mengganggu akarnya dilemparkan jauh-jauh. "Wushhhhh..." Dan si cacing terkejut karena tubuhnya tiba-tiba melayang ke udara dan jatuh ke atas tanah.           "Aughh....sakiiit! Sialan, pagi-pagi tubuhku sudah dilemparkan pohon apel!"  teriak si Cacing. "Dasar apel sialan! Tubuhku jadi sakit, nih!"           "Ooo jadi kamu yang mengganggu tidurku, ya?!" bentak pohon apel. "Rasain tuh! Memangnya ngapain kamu pagi-pagi sudah mengganggu tidurku ? Kini aku jadi tidak bisa tidur lagi, khan !"  ...

KISAH BERUANG DAN KERA

Image
gambar : agus karianto        Pada suatu hari di pinggir hutan, ada seekor beruang sedang berjalan sambil menangis. Dia berjalan terhuyung huyung  sambil kedua tangannya memegangi perutnya. Sesekali terdengar suara Kruyuuuk...kruyuuukk...kruyuuuk ... dari perutnya. O, rupanya si Beruang sedang kelaparan, nih.        Tidak jauh dari tempat beruang menangis, ada seekor monyet sedang memperhatikannya.        " Assalamu'alaikum, Beruang ," sapa si monyet " Memangnya ada apa kamu berjalan sambil menangis dan pegang-pegang perut begitu?"        " Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Monyet. Aku menangis karena perutku lapar nih. Sudah tiga hari aku tidak menemukan makanan secuil pun. Hu..hu..hu..huuuuu...".        " Kasihan benar nasibmu, Beruang ," kata si monyet. " Tapi tidak usah khawatir, teman. Aku ada sedikit persediaan makan...

Kebiasaan Mendongeng Untuk Anak

Image
          Judul di atas cukup menggelitik. Penulis mencoba untuk berbagi pengalaman tentang kebiasaan mendongeng yang pernah penulis alami.          Ada suatu pengalaman yang menggelikan. Terkadang, membuat penulis heran dengan dampaknya setelah mendongengkan cerita buat si kecil. Tentu saja, si kecil  yang penulis maksudkan adalah keponakan-keponakan.           Suatu hari, orang tua keponakan penulis merasa prihatin dengan tingkah laku anaknya. Anaknya tanda petik "mulai Nakal" menurut versi mereka. Anaknya cerdas namun  pendiam. Bila diajak bermain teman-teman sebayanya dia selalu menolak. Kalau dipaksa dia meronta.Akhirnya ngambek dan sulit makan.  Selain itu, ada kebiasaan yang membuat orang tuanya prihatin. Bila sudah berada di gendongan siapapun, dia enggan untuk turun. Bila mencoba menurunkannya maka dia meronta-ronta, menjerit dan menangis sejadi-jadinya. ...