Posts

Showing posts from April, 2013

SI ALGAKA PENYELAMAT TERUMBU KARANG

Image
foto : wikipedia-terumbu karang di pulau edenbury           Sore itu, di pojok rumah Pak Po, berpuluh-puluh karang sedang menangis. Mereka merasa tersiksa karena ulah para nelayan yang sering merusak habitatnya. Merusak tempat hidupnya. Para nelayan sering mencari ikan dengan menggunakan bom. Akibat ledakan bom nelayan itulah yang mengakibatkan tubuh terumbu karang terpotong-potong. Bahkan, potongan-potongan tubuh terumbu karang diambil para nelayan untuk dijual. Hal inilah yang membuat para terumbu karang sedih dan senantiasa menangis.           "Huhuu..huhu...tubuhku terpotong separuh."           "Huhuhuhu...iya tanganku juga terpotong."           "Huhuhuhu...para nelayan memang kejam...tubuhku dipasangi bom...dan tubuhku akhirnya porak poranda akibat ledakannya."           "Iya para nelayan sungguh bodoh...mereka tidak mengerti fungsi kita."...

2 MACAM BUAH JADI BONGKAHAN EMAS DAN INTAN

Image
ilustrasi : agus karianto          Dahulu kala, ada sebuah kerajaan dipimpin oleh raja yang jujur dan adil. Sang Raja memperlakukan seluruh rakyatnya sama kedudukannya di mata hukum. Raja menganggap bahwa setiap manusia adalah ciptaan Allah swt yang patut dihormati kedudukannya. Harta, pangkat, status sosial dan jabatan hanyalah hiasan hidup yang kebetulan hanya dimiliki oleh beberapa orang rakyatnya. Biarpun begitu, kejujuran dan keadilan sang rajalah yang membuat hidup rakyatnya tenang, tidak ada rasa iri dengki antara si kaya dan si miskin.          Suatu hari, sang raja merasa bingung karena putri satu-satunya yang telah menginjak dewasa belum ada yang meminang juga. Padahal putri sang raja terkenal baik hati, cantik dan senantiasa disayangi seluruh rakyatnya. Oleh karena itu, sang raja memutuskan akan membuat sebuah sayembara yang ditujukan kepada seluruh rakyatnya untuk memilih calon pendamping putrinya.   ...

BUAH KESABARAN SI KAYU DAN SANG PAKU

Image
ilustrasi : agus karianto      Siang itu, di gudang nampak si kayu sedang menangis tersedu-sedu. Selama ini si kayu senantiasa menyesali diri. Ia menyesal menjadi kayu karena tubuhnya senantiasa dilukai oleh manusia. Terkadang digergaji, dipotong-potong dan bila tubuhnya sudah tidak berguna maka dijadikan kayu bakar. Hal inilah yang membuat dirinya senantiasa marah-marah. Seluruh teman yang ada di dekatnya senantiasa menjadi pelampiasan kemarahannya.       Kebetulan saat itu si pemilik gudang sedang membuat meja kursi yang belum selesai.       "Hoi, Paku! Kamu itu makin menyengsarakan aku saja!" bentak si kayu.       "Lho...apa maksudmu, kayu?" jawab sang paku.       "Eeee...kura-kura dalam perahu...pura pura tidak tahu, lagi...dasar."       "Lha iya...kenapa kamu bilang aku menyengsarakanmu? Kok bisa?" tanya sang paku tidak mengerti maksud pembicaraan s...