Posts

Naskah Drama Anak Dunia pendidikan

DUNIA PENDIDIKAN Selamat malam semuanya, jumpa lagi bersama kami “Komunitas Metamorfosis MTs Almuhtadi” malam ini kami akan mempersembahkan sebuah penampilan dengan judul “DUNIA MAYA”. Selamat menyaksikan. Hari pertama masuk sekolah, pagi hari. Anak-anak            :“Ibuk, Aku berangkat sekolah” Berangkat sekolah rame-rame, kirim. “Walah-walah sekarang itu mau berangkat sekolah saja, foto dulu. Mereka menuju ke sekolah dengan naik sepeda. (semua berboncengan naik sepeda) Loh-loh itu cowok apa cewek ya, kok naik sepeda tiger. Wah ikut-ikutan kayak di film anak jalanan. Haduch-haduch… ini malahan naik sepeda masih sambil make upan. Malah sekarang jepret kanan-kiri. Innalillahi wa inna ilaihi ro’jiuuun. Tuhkan jatuh, nggak lihat depan. Makanya hati-hati… Astaghfirullah, kondisi jatuh. Masih sempet selfie ya…hmm….hmm….amit-amit” Di tengah perjalanan, terjatuh. Gara-gara dandan. Kirim “Walah dalah, update status” Di sekolah, pagi itu anak-anak piket...

Naskah Teater Dwi Sri

Dewi Sri Naskah : rodli tl Adegan 1 Musik gamelan dan rancak bambu Para penari bergerak seperti ular, gerakannya lincah dan menggelombang. Gerakannya nampak indah. Dari tubuh tarian ular itu muncul perempuan cantik menari dengan tarian yang lebih indah, namun tetap seirama dengan kelompok penari lain. Perempuan cantik itu adalah Dewi Sri Adegan 2 Beberapa menit kemudian, muncul Batara Guru dengan tariannya. Ia mengamati Dewi Sri yang masih menari. Adegan 3 Kelompok penari ular sawah itu bergerak mengelilingi Dewi Sri, lalu pergi meninggalkannya. Adegan 4 Dewi Sri terus menari sendiri. Dan mendekatlah batara guru. Ia bergerak menari menemani Dwi sri. Musik berhenti. Batara Guru  : Bersama engkau aku menari Dewi, aku menemukan akar-akar kehidupan. Kehidupan itu bernafas sejuk, nafasnya diantara akar-akar tanah. Engkau adalah Maha Dewi. Para Dewa menaruh hati padamu. Kecantikanmu membuatku jatuh cinta Dewi Dewi Sri         : Batara Guru, say...

Naskah Teater Ibu Bumi

Ibu Bumi Karya: rodli tl. Sinopsis Seorang ibu, bagi anak-anaknya  adalah bumi. Wajahnya adalah dedauanan menyambut fajar, sejuk menyelimuti. Jiwanya adalah ladang berbenih, penuh dengan kicauan burung pagi. Anak-anak kemudian bertanya tentang bapaknya. Ibu berkata bahwa bapaknya adalah matahari, pergi dalam gelap datang membawa cahaya. Anaka-anak terus menuntut jawaban yang lebih tentang ayah yang matahari itu. Ibu kemudian sulit bersikap, lalu dengan berat hati pergi meninggalkan anak-anaknya. Lama ibu tak kembali. Anak-anak mencarinya. Kepergian ibu akan mencerabut akar-kar tumbuhan, padahal anak-anak masih ingin melihat taman di rumah yang bunganya bermekaran, kebun yang biji-bijiannya bisa dimakan. Kepergian ibu membuat anak-anak lunglai, dedaunan layu, tiada lagi nyanyian kumbang dan tarian kupu-kupu.             Anak-anak kemudian memutuskan untuk mencari ibu yang lama tak kembali. Mereka tak menemukannya. Yang mereka temukan hanyalah per...

Naskah Teater Anak Mata Kucing

Mata Kucing Karya  : rodli tl Sinopsis Adalah tentang permainan tardisi yang sering kali dimainkan anak-anak di pelataran pada malam bulan purnama. Awalnya mereka bermain dengan suka ria, namun kemudian salah satu dari mereka ada yang tidak sportif dalam permainan. Sasa lebih memilih tidur daripada mencari teman-temanya yang sedang bersembunyi ketika bermain petak umpet. Mega, anak perempuan yang paling besar kemudian marah-marah dan mengajak meninggalkan Sasa yang tidur sendirian di pelataran. Sasa mengigau, dan teman-temanya menganggap ia kesurupan karena ketakutan. Kemudian Uzan, dan Rio menyalahkan Mega. Uzan dan Rio tidak mau bertanggungjawab pada apa yang sedang terjadi pada Sasa. Mereka pun mulai bertengkar saling menyalahkan, lempar batu sembunyi tangan. Sedang Kiki anak terkecil lebih suka bermain dari pada mempedulikan pertengkaran teman-temanya. Setting Di pelataran rumah kampung pada malam bulan purnama Tokoh Mega, anak perempuan yang paling besar. Sedik...

Naskah Teater Anak Bunglon Dan Kupu-Kupu

Bunglon dan Kupu-Kupu  Sinopsis Pada sebuah taman bunga, Kupu-Kupu berterbangan. Bunga-Bunga menyambut mesrah tarian Kupu-Kupu yang datang di pagi itu. Bunga dan Kupu-Kupu hidup saling menghargai dan menolong. Mereka hidup saling bergantung antar sesama.  Di tengah kecerian isi taman. Ada dua ekor Bunglon yang sedang mengintai Kupu-Kupu yang sedang menari. Namun mereka tidak bisa menangkapnya. Dua Bunglon itu pun lalu bertengkar, saling menyalahkan. Mereka memutuskan untuk berpisah. Bunglon besar bergerak lagi mengejar Kupu-Kupu yang sedang berterbangan. Bunglon Besar kehabisan tenaga, dan tidak bisa menangkapnya. Sedang Bunglon Kecil mengamati Kupu-Kupu yang sedang berterbangan. Ia mencari Kupu-Kupu yang lelah dan hinggap di atas ranting bunga. Bunglon Kecil berhasil menangkap Kupu-Kupu Kuning. Kupu-Kupu Kuning berdo’a pada Tuhan agar diberi pertolongan. Pertolongan Tuhan pun datang. Bunglon Besar berusaha merebut Kupu Kuning dari tangkapan Bunglon Kecil. B...