Posts

Showing posts from November, 2012

KISAH SI SEMUT DAN RAJA LALAT

Image
foto : agus karianto           Sejak si lalat dinobatkan menjadi sang Raja, maka kehidupan di kerajaan binatang menjadi semakin amburadul. Banyak peraturan yang tidak terpakai. Kelompok lalat sering bikin ulah. Mereka bertindak semaunya sendiri. Mereka beranggapan bahwa raja mereka tidak akan menghukumnya apabila mereka berbuat salah. Sifat lalat yang jorok membuat kerajaan binatang semakin kotor dan kumuh. Banyak sampah berserakan tidak dibuang pada tempatnya.           Akibat sifat jorok si lalat, membuat banyak semut-semut merasa terganggu. Karena, sejak si Lalat dinobatkan menjadi raja, banyak semut yang sering terjangkit sakit perut. Hampir setiap hari ada saja sekelompok semut yang menderita sakit perut. Dan setelah diamat-amati, ternyata semua ini akibat ulah para lalat yang jorok. Sebab setiap kali para lalat-lalat berpesta pora, mereka terbang ke sana kemari, hinggap di tempat-tempat jorok...

TANAMAN EMAS SI YATIM

Image
gambar : agus karianto        Sejak orang tuanya meninggal dunia, kini si Yatim tinggal bersama kakak laki-lakinya. Kakaknya terkenal serakah, apalagi terhadap harta benda peninggalan orang tuanya. Dia ingin memiliki semua harta benda yang diwariskan orang tuanya untuk kedua anaknya. Si Yatim tidak bisa berbuat banyak dengan kelakuan kakaknya. Semua perintah dan kemauan kakaknya selalu ia turuti. Ia tidak ingin melawan perintahnya. Hal ini dilakukan si Yatim karena ingin menuruti amanah orang tuanya agar mereka berdua tidak saling bertengkar. Sehingga apapun perintah, caci maki, bentakan, sumpah serapah kakaknya yang ditujukan padanya selalu diterima dengan ikhlas dan sabar.        Hidup si Yatim semakin merana. Semua pekerjaan rumah menjadi tanggung jawabnya. Menyapu, membersihkan halaman rumah serta mencuci dan memasak. Sedangkan kakaknya hanya bisa berfoya-foya menghabiskan harta benda kedua orang tuanya tanpa memberi sepeserpun bagia...

AKIBAT KUCING YANG SERAKAH

Image
Gambar : agus karianto            Hari masih pagi, matahari belum menampakkan diri. Hewan-hewan masih banyak yang tidur. Namun di kejauhan nampak seekor kucing berjalan tergopoh-gopoh. Ia berjalan sambil membawa ember berisi susu yang diletakkan di punggungnya. Sesekali ia menoleh ke kiri dan ke kanan. Sepertinya ia takut ada teman yang mengikutinya. "Syukurlah tidak ada yang melihatku," kata si kucing dalam hati.            Ketika si kucing merasa tubuhnya capek ia berniat untuk istirahat. Ia mencari tempat yang aman dari pengamatan teman-temannya. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti manakala ia berjumpa dengan seekor Kancil yang sedang memeluk sebatang pohon bambu. Si kancil berkali-kali mencoba menggigit pohon bambu, seolah-olah hendak memecahkan batang bambu, namun dilepaskan lagi. Setelah usahanya gagal, si kancil nampak bersedih dan menangis. "Hu hu hu hu....gagal lagi usahaku," dem...

PEJUANG 1945

Image
Gambar : agus karianto          Pak Tomo, demikian orang sekampung memanggilnya. Seorang laki-laki yang tubuhnya semakin renta namun semangat hidupnya tetap menyala-nyala. Konon, dia adalah seorang tokoh pejuang di Republik Indonesia ini. Piagam perhargaan pejuang yang menempel di dinding ruang tamunya menjadi saksi sejarah baginya. Meskipun kini ia hidup sebatang kara, namun hampir tiap hari selalu ada saja orang yang mengunjunginya.          Banyak cerita perjuangan yang bisa digali dari Pak Tomo. Dan dia selalu semangat menceriterakan tentang bagaimana suka dukanya berperang melawan para penjajah yang menguasai negeri Indonesia. Kami bisa tahan berjam-jam mendengarkan cerita-ceritanya. Cerita sinetron dan film di TV seakan-akan tidak bisa menandingi serunya cerita perjuangan Pak Tomo. Siapa saja yang mendengarkan ceritanya pasti seakan terhipnotis, larut dalam ceritanya, seakan-akan mereka mengalami sendi...

AYAM KAMPUNG SANG JUARA

Image
  Gambar : agus karianto               Malam itu, di kandang ayam suasananya begitu ramai. Seluruh ayam mondar-mandir ke sana kemari sambil membawa sesuatu. Ada yang membawa kapas. Ada yang membawa obat luka. Bahkan ada yang membawa perban. Sebagian ayam meracik obat herbal berupa daun-daunan untuk obat luka. Memang saat itu, mereka sedang merawat Pak Jago yang terluka parah akibat kalah bertarung dengan Jago petarung yang kebetulan singgah di kampung mereka.               Memang sudah hampir seminggu Jago Petarung ada di kampung mereka. Setiap hari, ia selalu berkeliling kampung. Setiap bertemu ayam jago, ia selalu menantangnya bertarung. Dan selama ini tidak ada seekor ayam jagopun yang bisa menandingi keperkasaannya. Ayam jago petarung selalu menjadi pemenangnya. Tubuh Ayam Jago petarung memang terkenal perkasa. Kedua taji yang panjang dan runcing di ...

KISAH CICAK DAN BUAYA

Image
gambar : agus karianto              Dahulu kala, ada cecak hidup bertetangga dengan buaya. Si cecak punya kebiasaan jelek. Dia tidak pernah mensyukuri rezeki makanan yang didapatnya. Meskipun memperoleh rejeki banyak, dia selalu protes kepada siapa saja yang ditemuinya. Apalagi saat dia tidak mendapat rejeki secuil pun. Dia akan melampiaskan kemarahan kepada siapa saja yang ditemuinya. Cacian dan sumpah serapah selalu keluar dari mulutnya. Terkadang dia menyalahkan Tuhan. "Tuhan memang tidak adil," katanya. "Kenapa aku cuma bertubuh kecil? Kenapa kakiku diberi lem perekat? Aku khan jadi sulit berlari mengejar mangsaku? Kenapa aku hanya bisa berjalan merayap di tembok-tembok? Sementara teman-temanku bisa berlarian di darat? Uuuhhhhh....memang Tuhan tidak adil dalam menciptakan aku," gerutu si cecak.             Malam itu, si cecak pergi mencari makanan. Namun, sejak sore hin...

PAK KANCIL PENUNGGU SERULING SAKTI

Image
                 Siang itu, Pak Kancil berjalan-jalan berkeliling kampung. Memang sejak musim kemarau panjang ini ia lebih senang berada di luar rumahnya. Hujan yang belum turun membuat udara terasa panas. Namun, beda rasanya dengan udara yang ada di luar rumah terasa lebih sejuk. Apalagi bila berada di bawah pohon. Oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesa tumbuhan membuat badan terasa segar. Sehingga Pak kancil bisa betah berlama-lama berteduh di sana.               Saat itu, seperti biasanya ia ingin berteduh di bawah pohon. Ia mencari pohon yang lebih rimbun dari pohon yang lainnya. Kali ini ia mencoba berjalan menuju pepohonan yang ada di samping hutan bambu.             "Wah, disana pasti udaranya lebih sejuk," pikir Pak Kancil sambil terus mempercepat jalannya.    ...